Ada orang yang jago banget nyanyi, ada orang jago banget main bola, ada orang yang jago banget matematika. Tapi pertanyaan besarnya, sebenernya itu semua itu karena bakat, atau latihan? Terus kalau disuruh milih, mana yang lebih baik? Okee, jadi bayangin kayak gini : Ibarat lomba lari, bakat itu kek punya garis start yang lebih maju. Tapi yang gak mengejutkan, dan kayaknya semua orang juga udah tau adalah pada akhirnya, latihan atau kerja keraslah yang bisa ngalahin bakat. Makanya ibarat hidup adalah marathon, latihan atau kerja keraslah yang akan menang. Tapi, tunggu dulu! meskipun artikel ini kesimpulannya kedengerannya jadi kayak motivasi dimana semua orang bisa jadi apapun asal dia berusaha, kenyataannya gak sesimpel itu juga. Karena, kita pake kasus dimana kayaknya kalo orang udah berbakat pasti dia gamau berusaha. Meskipun, yaa ada jebakan buat orang berbakat karena sering dibilang pinter atau berbakat, mereka jadi merasa udah menang dan gak perlu lagi kerja keras. Tapi, sebenernya kalau ngeliat orang-orang yang sukses banget kayak mereka seperti Einstein, Cristiano, Mozart, kunci jawabannya adalah Bakat (minat) + Latihan (usaha) ini. Einstein, butuh waktu sepuluh tahun untuk mengguncang dunia fisika. Christiano Ronaldo berlatih lebih lama daripada teman tim nya dan Mozart melihat konser tiap hari untuk terus belajar. Hingga akhirnya, mereka bisa sehebat sekarang. Dan yang penting, dibawah itu semua, mereka ngelakuin apa yang mereka suka dan bisa. Logikanya, bayangin kalau Einstein disuruh main bola. Oke, oke. Terus udah tau itu semua, apa yang bisa kita lakuin dari itu semua? Oleh karena itu, ayo kita belajar satu resep rahasia dalam latihan yang bernama deliberate practice bareng sama bang Sabda dari Zenius. “Nah, deliberate practice tuh kayak apa, gue akan bicara dari sekarang. Nah, jadi, apa itu deliberate practice? Deliberate practice adalah bagaimana kita menguasai fundamentals nya, foundation nya dengan bener. Banyak orang, ketika dia mau nguasain suatu ide yang yaudah, akhirnya dia main bulu tangkis aja terus-terusan. Ngelawan orang. Ya, ngelawan. Jadi, tanding aja terus-terusan tanding, tanding, tanding. Nah sebenernya, kalau cuma tanding-tanding terus, Itu gak secara signifikan membuat kita mencapai superior performance. Itu namanya pengalaman. Eh bertanding itu pengalaman. Jadi kalau tanding- tanding terus ya ningkat sih di awal-awal. Tapi, pada titik tertentu setelah setahun dua tahun mungkin- atau tiga tahun. Ya segitu gitu aja, gak naik-naik lagi. Karena mungkin kita gak sadar, apa yang harus diperbaiki secara detail. Nah, kalau deliberate practice adalah kalau ada suatu (misalnya, main bulu tangkis gitu ya) itu di breakdown dulu. Oke, pertama stamina nih. Stamina diperkuat. Latihan deh stamina, lari keliling. Keliling lapangan. Poinnya adalah, deliberate practice membutuhkan mood lo untuk latihan bukan tanding. Tapi latihan. Parts by parts nya dilatih secara serius”. Jadi, kesimpulannya lebih baik mana? Tentunya lebih baik latihan atau kerja keras tapi ditambah lagi lakukanlah dibidang yang kalian suka dan bisa asal bukan bidang yang aneh-aneh juga.
Terima kasih dan semoga bermanfaat.