Pengertian Karya Ilmiah
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Tujuannya akan memberitahukan sebuah hal secara logis serta sistematis untuk memberikan fakta yang aman mungkin tanpa kebiasan opini serta logika semata kepada pembacanya.
Artinya, karya ilmiah adalah tulisan yang diasarkan dalam penelitian ilmiah. Suatu karya tulis dapat dikatakan ilmiah apabila tulisan ini berdasarkan fakta dan data, baik secara teoritis atau empirik, yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya melalui eksperimen, survei, serta sumber bukti kuat lainnya.
In addition, according to Tim Kemdikbud (2017, hlm. 175), karya ilmiah atau karya tulis ilmiah merupakan tulisan berisi mengenai fenomena atau peristiwa yang dititulis berdasarkan kenyataan (bukan fiksi). Tulusan tentang ilmu pengetahuan, alam, teknologi, dan seni yang diperoleh melalui studi kepustakaan, penelitian, atau pengalaman di lapangan, dan pengetahuan orang lain sebelumnya.
Sedangkan Kosasih (2017, hlm. 184) mengungkapkan bahwa karya ilmiah merupakan tulisan yang disusun dengan metode ilmiah, yakni metode yang berdasarkan cara berpikir yang sistematis dan logis.
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa karya ilmiah adalah karya tulis yang memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah dan seakurat mungkin berdasarkan metode penelitian yang mengumpulkan kenyataan dan data empiris (teralami dan memiliki bukti) dalam berbagai bidang seperti ilmu pengetahuan, teknologi atau seni.
Ciri Ciri Karya Ilmiah
Ciri-ciri karya ilmiah menurut Dalman (2016, hlm.12) sebagai berikut:
Objektif juga berarti setiap pernyataan serta simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan, bukan sekedar opini pribadi. Fakta serta data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya adalah cerminan dari keobjektifan. Dengan menjunjung objektivitas, siapa pun dapat memverifikasi kebenaran dan keabsahannya dengan adil karena karya tulis dalam spektrum yang sama.
Pola kausalitas untuk menjelaskan sebab akibat, kronologis untuk urutan perkembangan sesuatu, dsb. Uraian dalam karya ilmiah dapat dikatakan sistematis jika mengikuti pola pengembangan tertentu yang dirancang khusus agar efektif untuk kebutuhan tertentu pula. Demikian pembaca dapat mengikuti tulisan dengan lebih mudah.
Pola nalar yang dipakai tepat sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, pola nalar induktif (khusus ke umum) digunakan untuk menyimpulkan suatu fakta atau data, sebaliknya jika ingin membuktikan suatu hipotesis atau teori digunakan pola deduktif (umum ke khusus).
Perasaan menggebu-gebu namun tidak dapat dibuktikan seperti kampanye bukanlah karya ilmiah. Menyukai sesuatu lalu mengelu-elukannya tanpa alasan jelas dan nyata tidaklah ilmiah. Karena karya tulis ilmiah harus faktual, yakni hal yang benar-benar terjadi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penyampaian karya ilmiah harus menggunakan kalimat efektif, tidak boros kata atau berbelit-belit tetapi langsung menuju sasaran.
Bahasa santai terlalu cepat berubah dari masa ke masa, dan memiliki ciri khas makna yang berbeda antardaerah. Oleh karena itu, bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah pilihan utama dalam menulis karya ilmiah sehingga bahasa baku harus digunakan untuk mencegah kesalahpahaman
Karya ilmiah haruslah disusun dengan struktur atau sistematika yang utuh agar dapat diikuti dengan mudah, sehingga tingkat keobjektifan karya ilmiah sangat tinggi dan harus disampaikan dengan seefektif mungkin.
Jenis-jenis karya ilmiah
Bentuk penyajian karya ilmiah terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu bentuk populer, bentuk semiformal, dan bentuk formal.
1. Bentuk Populer
Istilah populer di sini digunakan untuk menyatakan topik yang akrab, menyenangkan bagi populus (rakyat), bukan hanya terkenal. Topik yang dibawakan bentuk ini disukai oleh sebagian besar orang karena gayanya yang menarik dan bahasanya mudah dipahami. Kalimat-kalimatnya sederhana, lancar, namun tetap tidak pula bersifat fantasi (rekaan).
Karya ilmiah bentuk populer atau sering disebut karya ilmiah populer memiliki bentuk manasuka. Artinya, karya ilmiah bentuk ini dapat diungkapkan dalam bentuk karya ringkas berupa paragraf bebas tanpa sub judul. Ragam bahasanya biasanya bersifat santai (populer). Karya ilmiah populer umumnya dijumpai dalam media massa, seperti koran atau majalah.
2. Bentuk Semiformal
Bentuk karya ilmiah semiformal, umumnya digunakan dalam berbagai jenis laporan biasa dan makalah dalam tugas akademis sehari-hari.
Secara garis besar, struktur karya ilmiah semiformal terdiri atas:
- halaman judul,
- kata pengantar,
- daftar isi,
- pendahuluan,
- pembahasan,
- simpulan,
- daftar pustaka.
3. Bentuk Formal
Biasanya bentuk ini digunakan dalam skripsi, tesis, atau disertasi. Karya ilmiah bentuk formal disusun dengan memenuhi unsur-unsur kelengkapan akademis secara lengkap. Struktur atau unsur karya ilmiah bentuk formal, meliputi hal-hal sebagai berikut.
- Judul
- Tim pembimbing
- Kata pengantar
- Abstrak
- Daftar isi
- Bab Pendahuluan
- Bab Telaah kepustakaan/kerangka teoretis
- Bab Metode penelitian
- Bab Pembahasan hasil penelitian
- Bab Simpulan dan rekomendasi
- Daftar pustaka
- Lampiran-lampiran
- Riwayat hidup
Struktur Karya Ilmiah
Pada umumnya terdapat beberapa hal yang harus ada dalam karya ilmiah. Meskipun sistematika karya ilmiah berbeda-beda untuk setiap jenisnya, Beberapa bagian penting dalam sistematika penulisan karya ilmiah sebagai berikut.
Judul
Judul dalam karya ilmiah dirumuskan dalam satu frasa yang jelas dan lengkap. Judul mencerminkan hubungan antarvariabel. Maksudnya, judul juga mencerminkan dan konsistensi dengan ruang lingkup variabel-variabel yang meliputi masalah penelitian, ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, subjek penelitian, dan metode penelitian.
Contoh judul:
AKTIVITAS PERGAULAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA (Studi Deskriptif tentang Kecerdasan Emosi dan Intelektual) Siswa SMA Labschool UPI Bandung
Dari judul di atas, dapat diketahui bahwa:
- masalah yang diteliti : aktivitas pergaulan dan prestasi belajar siswa
- ruang lingkup penelitian : kecerdasan emosi dan intelektual siswa
- tujuan penelitian : mengetahui ada tidaknya hubungan antara aktivitas pergaulan dengan prestasi belajar siswa
- subjek penelitian : siswa SMA Labschool UPI Bandung
- metode penelitian : deskriptif-komparatif
Penulisan judul dapat dilakukan dua cara. Pertama, dengan menggunakan huruf kapital semua kecuali pada anak judulnya; kedua, dengan menggunakan huruf kecil kecuali huruf-huruf pertamanya. Cara kedua umumnya lebih banyak digunakan.
Jika cara kedua yang akan digunakan, maka kata-kata penggabung, seperti dengan dan tentang serta kata-kata depan seperti di, dari, dan ke huruf pertamanya tidak boleh menggunakan huruf kapital. Di akhir judul tidak boleh menggunakan tanda baca apa pun, termasuk titik ataupun koma.
Pendahuluan
Dalam karya ilmiah formal, bagian pendahuluan mencakup: latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat atau kegunaan penelitian. Selain itu, dapat pula dilengkapi dengan definisi operasional dan sistematika penulisan. Berikut adalah penjelasannya.
1. Latar Belakang MasalahManfaat membicarakan kegunaan dari penulisan karya ilmiah. Misalnya untuk mengembangkan suatu bidang ilmu pengetahuan atau manfaat nyata terhadap kehidupan masyarakat.
Kerangka Teoretis
Kerangka teoretis harus mengkaji berbagai penelitian-penelitian relevan yang telah dilakukan oleh penulis terdahulu. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh wawasan adu pengetahuan baru yang telah ada sebelumnya. Agar hal yang akan kita teliti tidak hanya menjadi duplikasi yang sia-sia.
Terkadang disebut juga sebagai kajian pustaka atau landasan teori. Bagian ini mengidentifikasi dan mengkaji berbagai teori relevan dengan hal yang dibahas dalam karya ilmiah. Kerangka teoretis diakhiri oleh hipotesis yang akan dibuktikan atau dibandingkan dalam penelitian.
Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian atau metode penelitian mencantumkan prosedur atau tahap-tahap penelitian yang akan digunakan. Mulai dari persiapan, penentuan sumber data, cara pengolahan data, hingga teknis pelaporannya.
Penelitian dapat menggunakan bermacam metode penelitian yang disesuaikan dengan tujuannya sendiri. Metode penelitian yang dimaksud misalnya:
Merupakan metode penelitian yang bertujuan hanya menggambarkan atau mendeskripsikan fakta-fakta secara apa adanya, tanpa adanya perlakukan apa pun. Data dapat berupa fakta yang bersifat kuantitatif (statistika) ataupun fakta kualitatif.
Metode penelitian dengan tujuan untuk memperoleh gambaran atas suatu gejala setelah mendapatkan perlakuan. Artinya, terdapat percobaan yang dilakukan dalam metode ini yang kemudian dipaparkan hasilnya dalam laporan penelitian.
Metode penelitian dengan tujuan untuk memperbaiki atau mengembangkan pengajaran yang dilaksanakan di kelas, misalnya tentang motivasi belajar dan prestasi belajar siswa dalam kompetensi dasar tertentu. Tentunya, metode ini akan melibatkan suatu pembelajaran di kelas dan dapat melibatkan lembar observasi dan tes.
Pembahasan
Pembahasan dapat dilengkapi berbagai sarana pembantu seperti tabel dan grafik. Karena tabel dan grafik merupakan cara efektif untuk menyajikan data dan informasi. Penulis juga harus menggunakan berbagai argumen yang telah dikemukakan dalam kerangka teoretis. Hal ini juga dapat mendiskusikan hasil alternatif yang dapat diraih dalam penelitian.
Bagian ini berisikan paparan mengenai isi pokok karya ilmiah, terkait dengan rumusan masalah dan tujuan penulisan yang telah dikemukakan sebelumnya. Data yang telah diperoleh dalam penelitian seperti hasil wawancara, survei, atau pengamatan dibahas dengan berbagai sudut pandang dan diperkuat oleh teori-teori yang telah dikemukakan sebelumnya.
Simpulan dan Saran
Peneliti harus menganalisis dan menyimpulkan berbagai implikasi yang ditimbulkan oleh simpulan penelitian. Kemudian, memberikan saran yang dapat bersifat praktis terhadap permasalahannya langsung atau kepada peneliti selanjutnya. Hal tersebut dituangkan dalam saran atau rekomendasi setelah simpulan dari penelitian telah diketahui.
Simpulan adalah pemaknaan kembali atau sintesis (gabungan) dari seluruh unsur penulisan karya ilmiah. Oleh karena itu, perlu diuraikan kembali secara ringkas pernyataan-pernyataan pokok dalam kerangka pikir yang mengarah pada simpulan. Kemudian, dilakukan kajian terpadu dengan meletakkan unsur-unsur penelitian secara menyeluruh terhadap apa yang dihasilkan dari penelitian.
Daftar Pustaka
Susunan penulisan daftar pustaka meliputi: nama penulis yang disusun balik; tahun terbit; judul pustaka; kota terbit; dan penerbit.
Daftar pustaka memuat semua kepustakaan yang digunakan sebagai landasan dalam karya ilmiah yang terdapat dari sumber tertulis, baik itu berupa buku, artikel jurnal, karya ilmiah lain, dokumen resmi, maupun sumber-sumber lain dari internet.
Format penulisan daftar pustaka disusun berurutan secara alfabetis, tanpa menggunakan nomor urut. Sumber tertulis yang memerlukan tempat lebih dari satu baris ditulis dengan jarak satu spasi, sedangkan jarak antara sumber yang satu dengan yang lainnya adalah dua spasi.
0 comments:
Post a Comment